Factory Visit with TRISTAR. Dalam rangka menambah wawasan tentang Industri Makanan , serta mengenalkan proses produksi Makanan & minuman, maka Sekolah Pariwisata- Tristar Tourism Academy mengadakan Kunjungan Pabrik (Studi Ekskursi) ke beberapa pabrik & Wisata Kuliner. Acara ini rutin digelar & dibuka untuk umum & pelajar. Informasi & Reservasi Factory Visit with TRISTAR bisa menghubungi telp 031- 8433224-25. Flexi 031- 81959295. Hp 0817321024

Kamis, 26 Agustus 2010

Kelas Kuliner : Belajar Memasak American Food

Kegiatan memasak memang menjadi kegiatan yang cukup menyenangkan bagi hampir setiap orang. Namun, bila dibahas lebih lanjut memasak sebenarnya punya arti luas yang tak hanya sekedar bagian dari rutinitas namun juga menjadi kegiatan yang berhubungan dengan art atau seni dalam menghidangkan sebuah makanan. Karena alasan inilah TRISTAR Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari 234 Surabaya ini membuka jurusan Tata Boga (Culinary) dengan program Diploma.

Tak kurang dari 12 orang mahasiswa yang saat ini belajar di kelas culinary. Bukan sekedar isapan jempol belaka bila para mahasiswa diajarkan cara menggunakan alat-alat /mesin industri makanan, pengetahuan bahan-bahan makanan, gizi dan nutrisi makanan, teknik pembuatan dan pengolahan berbagai jenis masakan dari seluruh dunia secara benar higienis hingga menjadi produk bercita rasa tinggi serta teknik penyajian yang menarik. Karena hal ini memang dibuktikan dalam perkuliahan dengan sistem praktik setiap hari, seperti pada perkuliahan pada hari Jumat (21/05) kali ini.

Perkuliahan yang dimulai pukul 8 pagi ini diawali dengan teori terlebih dahulu yang berjalan selama 1 jam. Kemudian dilanjutkan dengan materi praktik mulai pukul 9 pagi hingga 12 siang. Adapun materi yang diajarkan kali ini adalah Pengolahan makanan Amerikan dan sekitarnya yang terdiri dari 4 masakan antara lain Sweet And Sour Soup, Chicken Primavera, Home Style Round Steak dan Mascarpone on Mixed Green. Masih dengan Pak Yanuar selaku pengajar, materi demi materi dijelaskan secara detail.

Dalam materi praktik ini, mahasiswa dibagi dalam 4 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 3 orang mahasiswa. Masing-masing kelompok diberikan tugas untuk membuat 1 macam masakan. Namun sebelum acara masak dimulai, para mahasiswa hanya diijinkan untuk menyiapkan semua bahan terlebih dahulu. Setelah semua bahan siap, masing-masing kelompok akan langsung mempraktikkan masakannya satu per satu dengan diarahkan oleh pengajar. Kelompok yang belum mendapat giliran memasak,bisa menyimak terlebih dahulu materi yang dipraktikkan kelompok lain. Dengan sistem ini, diharapkan para mahasiswa mendapat semua pengetahuan yang diajarkan dan cepat terampil.
Setelah memasak selesai, para mahasiswa diwajibkan mendisplay hasil masakannya hingga tampil menarik sesuai dengan kreasi para mahasiswa sendiri. Selain untuk display, para mahasiswa juga dapat langsung mencicipi masakan yang sudah dipraktikkan.


Shooting acara Cooking with the Chef - Cara membuat Mie Sehat




Selain digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar, TRISTAR Culinary Institute juga dijadikan tempat untuk berbagai acara kuliner seperti syuting. Seperti kali ini, Sabtu (15/5) dilaksanakan sebuah acara syuting pembuatan mi sayur tepatnya di lantai 3 TRISTAR Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari No.234 Surabaya.
Acara syuting yang bertajuk ‘Cooking with a Chef’ ini dipandu oleh Chef Yanuar dari TRISTAR Culinary Institute. Acara yang rencananya akan ditayangkan di stasiun televisi Surabaya TV ini berlangsung dengan sangat menyenangkan. Karena masih syuting episode perdana, maka awalnya Chef Yanuar masih harus mendapatkan pengarahan dari para kru Surabaya TV.



Namun setelah beberapa kali latihan, akhirnya Chef Yanuar bisa menguasai situasi dengan baik. Syuting pun mulai berjalan dengan lancar. Penguasaan materi yang baik membuat Chef Yanuar bisa tampil komunikatif dan menarik. Tak hanya itu saja, tempat syuting di dapur praktik mahasiswa yang komplit dengan berbagai peralatan juga ikut mendukung acara syuting memasak ini menjadi lebih sukses.


Pengambilan tema mi ini tak lain karena mi merupakan sajian yang sudah tak asing lagi bagi kita dan macamnya juga sangat bervariasi. Untuk itu, Chef Yanuar memberikan pilihan mi yang berbeda yaitu dengan penambahan sayuran dalam adonan mi. Sayuran yang digunakan adalah wortel dan bayam. Dengan penambahan sayuran ini, tentu akan membuat mi bertambah nilai gizinya. Sehingga sangat cocok bila Anda ikut mempraktikkannya sendiri di rumah sebagai sajian keluarga./iwa

Informasi Pendaftaran Mahasiswa Kuliner & Usaha Perjalanan Wisata




Berbagai stand makanan biasanya memang dengan mudahnya kita dapati di berbagai acara. Namun bila seluruh stand yang ada dipadati dengan berbagai keperluan kuliner mungkin hanya akan kita temui dalam acara East Food Indonesia 2010 The 2nd International Exhibition on Food & Beverage: Product, Technology, Ingredients, Additives, Raw Materials, Services, Equipment, Supplies. Acara ini digelar untuk yang kedua kalinya di Grand City Convention Hall - Grand City Jl. Walikota Mustajab/ Kusuma Bangsa – Surabaya. Adapun inti dari acara ini adalah Surabaya Bakery Expo (SUBEX), sehingga tak heran apabila banyak stand berbagai kebutuhan kuliner bisa kita temui disini.
Setiap stand dalam acara ini akan diperkenankan menghias dan mempromosikan berbagai produk yang menjadi andalannya. Sehingga nantinya para pengunjung yang mayoritas pelaku kuliner ini akan tertarik menggunakan dan membeli produknya. Hal ini juga terlihat pada stand Tristar yang sudah ditata sedemikian rupa hingga tampak menarik perhatian pengunjung. Dalam acara ini, Tristar disediakan stand yang menawarkan berbagai program pendidikan ataupun kursus kuliner.
Tristar yang kini lebih dikenal dengan nama Tristar Culinary Institute ini merupakan sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan resmi yang mendidik, membekali, dan melatih peserta didiknya menjadi tenaga kerja yang terampil, ahli dan siap pakai. Adapun berbagai program pendidikan yang ditawarkan adalah pendidikan profesional D1, D2 dan D3 juga program jenjang studi lanjutan S1 dan S2 di Swiss untuk jurusan International Hotel and Tourism Management dan pilihan S2 di Surabaya.
Untuk program kursus atau pelatihan ada berbagai variasi materi yang ditawarkan setiap harinya sehingga Anda bisa memilih sendiri materi yang ingin Anda pelajari.
Mulai hari pertama acara ini, stand Tristar sudah tampak terlihat ramai dikunjungi para tamu pengunjung. Tidak hanya tertarik dengan sekolah kuliner-nya, banyak juga para pengunjung yang tertarik untuk mengikuti berbagai program kursus yang ditawarkan. Tampak beberapa orang karyawan Tristar yang siang itu sedang memberikan berbagai penjelasan mengenai program-program pendidikan yang ditawarkan.

Tidak hanya hari pertama saja Tristar ramai dikunjungi para tamu pengunjung, namun hari-hari selanjutnya pun Tristar terlihat semakin ramai oleh pengunjung. Selain pelayanan yang menyenangkan, berbagai usaha untuk menarik pengunjung juga dilakukan oleh Tristar salah satunya adalah dengan adanya demo masak. Berbagai materi demo dipertunjukkan oleh para mahasiswa Tristar Culinary Institute seperti materi bakwan goreng mekar yang didemokan pada hari ketiga. Selain itu, para tamu pengunjung juga disuguhi dengan berbagai camilan yang merupakan buatan para mahasiswa Tristar Culinary Institute. Dengan begitu, para pengunjung dapat ikut mngetahui berbagai hasil ataupun melihat secara langsung kepiawaian para mahasiswa dalam mengolah berbagai makanan.

Para tamu yang mengunjungi stand Tristar tak hanya datang dari wilayah Surabaya saja, melainkan datang dari luar pulau bahkan luar negeri.


Hal ini menunjukkan bahwa Tristar Culinary Institute merupakan salah satu lembaga kuliner yang menjadi pilihan masyarakat./nv

BERBAGAI KREASI MENARIK DAN LEZAT dalam UJIAN PRAKTIK MAHASISWA TRISTAR CULINARY INSTITUTE

Setiap akhir sebuah perkuliahan, para mahasiswa pasti akan diuji kemampuannya dalam mempelajari berbagai materi perkuliahan yang diajarkan. Untuk itu, sebelum menuju perkuliahan triwulan selanjutnya maka mahasiswa Tristar Culinary Institute kali ini diwajibkan untuk mengikuti ujian praktik akhir triwulan yang dilaksakan selama 1 hari yaitu pada hari Selasa (22/06). Ujian ini dilaksanakan bagi mahasiswa jurusan culinary dan juga jurusan pastry mulai pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB bertempat di Tristar Culinary Insitute di Jl. Raya Jemursari no 234 Surabaya.


Tak kurang dari 30 orang mahasiswa dari 2 jurusan mengikuti ujian ini. Dalam kelas pastry mahasiswa ditugaskan untuk membuat kue dengan tema modifikasi cake dengan basic spongecake. Para mahasiswa jurusan pastry ini dibagi menjadi 7 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 2 orang mahasiswa.

Tampak para mahasiswa berlomba-lomba membuat kreasi cake yang terbaik, hal ini diperlihatkan dengan berbagai konsep modifikasi cake yang mereka buat.



Adapun bermacam modifikasi spongecake yang dibuat dengan bahan yang telah disediakan oleh kampus ini dibuat dengan memadukan berbagai bahan seperti durian, alpukat, strawberry dan bahan lainnya. Tampilan cake pun tak hanya sekedar cake namun ada yang dipadukan dengan adonan puding, cream ataupun cokelat. Setelah waktu ujian telah habis, tim penilai yang terdiri dari Yanuar, Otje dan Kiki ini segera memberikan penilaian. Kriteria penilaian dalam ujian ini antara lain adalah tampilan, tekstur dan rasa. Dalam penilaian ini, tim penilai mulai menilai dari tampilannya kemudian dilanjutkan dengan menilai dari segi teksur dan rasanya.




Setelah tim juri memberikan penilaian, maka Otje selaku pengajar dalam jurusan pastry ini mulai memberikan presentasi hasil ujian kepada para mahasiswa. Secara garis besar hasil kreasi para mahasiswa ini cukup bagus walaupun terdapat beberapa kekurangan baik dari segi tampilan ataupun rasa. Penilaian dari masing-masing tim penilai juga langsung diumumkan kepada para mahasiswa sehingga nantinya mahasiswa bisa langsung menghitung nilai ujian praktik yang sudah mereka laksanakan.


Ujian serupa juga terlihat di kelas culinary yang terletak di lt.3 Tristar Culinary Institute. Para mahasiswa sibuk mengolah kreasi masakan mereka yang bertemakan masakan kontinental. Berbagai bahan diolah menjadi berbagai kreasi masakan kontinental antara lain daging, lasagna, udang serta ikan salmon.

Dalam ujian ini terlihat sekali ketrampilan para mahasiswa, sehingga hasil dari setiap kreasi mereka sudah tidak diragukan lagi hasilnya. Tidak berbeda dengan mahasiswa pastry, mahasiswa culinary juga dibagi dalam 7 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 2 orang mahasiswa untuk membuat kreasi masakan kontinental.


Dalam ujian praktik culinary ini, penilaian dilakukan oleh tim penilai yang sama dengan ujian pastry yaitu Yanuar, Otje dan Kiki. Setelah praktik selesai dilakukan, tim penilai segera melakukan penilaian dengan kriteria penilaian yang terdiri dari tampilan, tekstur dan rasa.

Di akhir penilaian, Yanuar selaku pengajar dari jurusan culinary juga memberikan presentasi mengenai hasil dari ujian praktik berikut mengumumkan nilai yang sudah diberikan oleh tim penilai.

Secara keseluruhan, ujian triwulan kali ini berjalan dengan baik dan kreatifitas pun semakin baik. Hal ini menunjukkan keseriusan belajar dari para mahasiswa untuk mendalami perkuliahan. Para pengajar pun merasa puas, karena anak didiknya mempunyai ketrampilan yang semakin baik./nv

Mahasiswa Kuliner Tristar, Menang Lomba Cake Decoration

Dalam rangka memperingati HUT Surabaya yang ke 717, maka D’Soul event organizer yang terdiri dari 12 orang mahasiswa Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra angkatan 2008 mengadakan acara yang bertajuk Surabaya Cake Decoration Competition 2010. Acara yang bertemakan ZooRabaya “Feel The Zoo” ini tepatnya diadakan pada hari minggu (30/05) mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB di CITO Hall lantai 2 – City of Tomorrow Surabaya.







Tidak hanya kompetisi membuat dekorasi cake saja, namun acara ini juga dimeriahkan oleh bazaar, demo cake dari Betty Crocker oleh Chef Roy, atraksi sulap oleh Gangga Mascoditos serta berbagai acara menarik lainnya. Ajang kompetisi menghias cake ini dibuka untuk peserta umum dengan usia antara 16 tahun hingga 25 tahun. Setiap peserta yang mengikuti kompetisi ini wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp.100.000,- untuk peserta yang masih pelajar dan Rp.125.000,- untuk peserta non pelajar.

Tidak kurang dari 14 group yang masing-masing group terdiri dari 2 orang peserta ini mengikuti kompetisi dekorasi cake. Dan 7 group diantaranya adalah peserta dari mahasiswa Tristar Culinary Institute.

Peserta kompetisi yang terdiri dari 14 group ini dibagi menjadi 2 sesi. Untuk sesi pertama yang diikuti 7 group ini dimulai pukul 14.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB dan group kedua dimulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Para peserta kompetisi akan memperoleh cake berbentuk kotak dengan ukuran 24x24 cm dan cake bentuk bulat dengan diameter 18 cm serta disediakan perlengkapan untuk menghias cake berupa meja putar, palet dan tissue dari panitia. Sedangkan perlengkapan untuk menghias cake lainnya, masing-masing peserta bisa membawa dan menyiapkan terlebih dahulu dari rumah.

Acara kompetisi berjalan dengan meriah dan cukup menarik perhatian para pengunjung acara. Dengan semangat, masing-masing peserta mulai menghias cake yang sudah disediakan sesuai dengan kreasinya. Tim juri yang terdiri dari dosen Manajemen Perhotelan Universitas Petra dan owner “Angie’s Cake” ini tidak hanya menilai dari segi kreatifitas, namun hiasan cake yang dibuat haruslah sesuai dengan tema yang sudah ditentukan yaitu ZooRabaya “Feel The Zoo”. Tema ini diambil karena kebun binatang Surabaya merupakan salah satu icon kota Surabaya. Tim juri-pun melakukan penilaian sejak peserta mulai menghias cake-nya, sehingga langkah demi langkah pembuatan hiasan baik dari segi ketrampilan, kerapian dan kebersihan juga ikut menjadi pertimbangan penilaian.

Tak hanya hiasan yang dibuat dari plastic icing saja yang bisa digunakan dalam kompetisi ini, namun berbagai bahan seperti butter cream, cokelat masak, serta karamel bisa digunakan sebagai hiasan seperti halnya cake hasil karya Mickey yang dibuat bahan peserta lainnya yaitu dari cokelat dan karamel.


Setelah acara kompetisi selesai, maka tim juri mulai menentukan peserta yang berhak memenangkan kompetisi ini. Penentuan pemenang memang sangat sulit karena hampir semua kreasi para peserta sangat menarik hasilnya. Setelah menjalani penilaian yang cukup ketat, maka tim juri menjatuhkan pemenang yang terdiri dari juara I, juara II, juara III serta juara favorit. Juara I dimenangkan oleh tim dari mahasiswa Universitas Kristen Petra sekaligus menjadi juara favorit, juara II dan III masing-masing dimenangkan oleh tim dari Tristar Culinary Institute. Gelar pemenang memang pantas disandang oleh mereka, hal ini dikarenakan karya-karya mereka sangat menarik dan sesuai dengan tema yang sudah ditentukan. Dalam lomba ini, para pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa piala, sertifikat dan juga sejumlah uang.

Adapun pemenang dari mahasiswa Tristar Culinary Institute yang mengikuti ajang kompetisi ini antara lain Listya Sutanahadi (23) yang berpasangan dengan Valentinus Febrianto (19) sebagai juara II dengan tema Wild Jugle Cake

dan juara III dimenangkan oleh Mickey Gunawan (23) yang berpasangan dengan peserta lainnya dengan tema Soerabaja 2010.

Dengan prestasi ini, tentu menunjukkan bahwa para mahasiswa Tristar Culinary Institute layak diperhitungkan dalam dunia kuliner.

Para pengunjung yang hadir dalam acara ini juga mengaku cukup terhibur dalam menghadiri acara ini. Karena selain dihibur dengan demo masak dan sulap, belanja di bazaar dengan harga khusus, berbagai game-game menarik juga ikut digelar. Setelah pengunjung puas menyaksikan berbagai acara menarik, pengunjung juga bisa membawa pulang aneka doorprice yang diberikan oleh panitia./nv

Perkuliahan Mahasiswa Baru Tristar Culinary Institute

  Setelah untuk beberapa waktu mahasiswa Tristar Culinary Institute dengan program D1 dan D2 libur triwulan. Maka kini saatnya mahasiswa bari Tristar Culinary Institute memulai perkuliahannya. Tristar Culinary yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari 234 Surabaya ini memang menawarkan berbagai program pendidikan profesional seperti D1, itD2 dan D3 dengan jenjang studi lanjutan S1, S2 di Swiss. Adapun perkuliahan mahasiswa program studi D1 dan D2 ini ada 2 macam jurusan yaitu jurusan Patiseri (Baking & Pastry ) dan Tata Boga (Culinary).

          Perkuliahan mahasiswa baru Tristar Culinary Institute ini dimulai pada hari Senin (12/07) mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Adapun perkuliahan mahasiswa baru masing-masing jurusan ini diawali dengan teori terlebih dahulu. Dalam materi teori ini, para mahasiswa diberikan penjelasan mengenai berbagai hal mengenai dasar-dasar culinary dan patiseri terlebih dahulu baru kemudian para siswa akan diajarkan materi praktik. Seperti yang tampak pada perkuliahan mahasiswa baru hari Rabu (14/07) kali ini, mahasiswa baru terlebih dahulu diberikan penjelasan ataupun teori teknik-teknik dasar mengenai masing-masing jurusan.
          Untuk mahasiswa baru Tristar Culinary Institute dengan jurusan Patiseri, para mahasiswa diajarkan mengenai dasar-dasar patiseri. Dan selaku pengajar perkuliahan patiseri kali ini adalah dosen tamu yaitu Robi. Setidaknya ada 6 orang mahasiswa baru yang mengikuti jalannya perkuliahan kali ini. Setelah materi teori diberikan, maka para mahasiswa segera menuju ruang praktik yang sudah lengkap dengan berbagai peralatan dan bahan-bahan yang akan digunakan dalam praktik. Para mahasiswa juga dipersilahkan untuk ikut langsung praktik bersama dengan Robi. 

        


Mula-mula para mahasiswa menyiapkan berbagai bahan yang akan digunakan yaitu dengan cara menimbang dan meletakkannya dalam wadah-wadah kecil. Setelah semua bahan siap, maka Robi segera memandu para mahasiswa untuk mempraktikkan materi yang diajarkan.
Adapun materi yang dipraktikkan kali ini adalah 2 macam kue kering yaitu Katetongs atau Lidah Kucing dan Butter Cookies serta 2 macam adonan pie yang terdiri dari Savoury Snack dan Fruit Pie. Para mahasiswa baru yang datang dari berbagai daerah seperti Banjarmasin, Manado dan daerah lainnya ini tampak sangat antusias memperhatikan berbagai penjelasan yang diberikan oleh Robi. 

 

          Perkuliahan dengan metode serupa juga dilakukan di kelas jurusan Tata Boga (Culinary). Para mahasiswa baru yang terdiri dari 11 orang kali ini dipandu oleh Yanuar selaku pengajar. Adapun materi yang diajarkan dalam perkuliahan mahasiswa baru pada hari Rabu (14/07) kali ini masih seputar Pengantar Dasar Memasak. Materi ini merupakan materi yang diajarkan selama seminggu pada waktu mahasiswa baru mulai masuk.
          Dalam mata kuliah Pengantar Dasar Memasak ini, para siswa akan diberi pengenalan mengenai konsep-konsep dasar tekhnik dan pengetahuan dalam proses memasak. Siswa juga ajan diperkenalkan dengan teori-teori memasak Perancis klasik termasuk prinsip-prinsip resep dan menu dari Escoffier. Dasar-dasar safety, hygiene dan sanitasi, pengetahuan menggunakan pisau, prapersiapan, prosedur berbagai macam pembuatan kaldu juga merupakan hal-hal yang diutamakan.
          Masih dengan metode serupa dengan kelas jurusan patiseri, siswa jurusan culinary juga terlebih dahulu diberikan materi berupa teori terlebih dahulu. Setelah teori selesai disampaikan, Yanuar langsung memandu para mahasiswa baru untuk menuju ke ruang praktik yang lengkap dengan peralatan dan bahan yang akan digunakan. 


Para mahasiswa baru yang datang dari berbagai daerah ini tampak begitu semangat mempersiapkan semua bahan terlebih dahulu, kemudian bersama-sama dengan Yanuar mereka mempraktikkan materi yang diberikan.



 

Materi yang dipraktikkan kali ini adalah pembuatan dasar-dasar saus seperti Chasseur, Demiglaze, Supreme dan Allemande. 


          Setelah para mahasiswa baru baik dari jurusan Patiseri maupun Culinary selesai mempraktikkan semua materi yang diberikan. Para mahasiswa pun bisa langsung mencicipi kue ataupun masakan yang sudah dipraktikkan. Para mahasiswa mengaku cukup puas dengan materi yang sudah diberikan selama ini dan berharap nantinya bisa menimba ilmu yang lebih banyak lagi sehingga nantinya menjadi mahasiswa yang berprestasi di bidang kuliner seperti mahasiswa Tristar Culinary Institute seniornya./nv